top of page

Maghligai Cinta Ala Rasulullah

  • gilangrizkialfariz
  • Jan 13, 2020
  • 4 min read

Updated: Dec 31, 2021

Ungkapan Romantis Rasulullah: Cintaku kepada Khadijah adalah Anugrah


Beberapa waktu lalu saya melihat video yang sedang viral di platform youtube yang membahas menganai Sayyidah Khadijah (Ummahatul mukminin). Saling ada argumen antara cendekiawan/pendakwah muslim di sana. mengapa bisa sampai viral?


Ada seorang tokoh ulama yang menyatakan dalam ceramahnya mempertanyakan agama dari Siti Khadijah kepada jamaah yang sedang menyimak isi ceramahnya. Dalam statementnya beliau mengatakan "waktu Siti Khadijah masih hidup nabi tidak menikahi wanita lain, kita tahu agama yang melarang poligami adalah...." beliau seakan melempar pertanyaan kepada jamaah, "anda yang menjawab ya...".


Lantas dari statement tersebut menjadi viral seakan-akan menunjuk ke agama tertentu. Hal ini tentu dapat menimbulkan spekulasi yang bergam di masyarakat apalagi masyarakat yang baru-baru saja memahami agama (awam). Tapi pada topik kali ini yang akan menceritakan lebih dulu sepenggal kisah cinta Nabi SAW dengan Sayyidah Siti Khadijah, kemudian akan saya jabarkan di akhir mengenai poin-poin dari tanggapan ustad-ustad mengenai statement tersebut.


Dini hari itu menjadi malam terberat bagi Khadijah, istri Rasulullah SAW. Suami tercintanya, Muhammad SAW tiba-tiba ketakutan dan ingin diselimuti. Namun tidak ada rasa lelah yang Nampak di muka Khadijah. Mukanya tetap riang mendampingi suami melewati masa-masa berat menerima wahyu pertama.


Alkisah, suatu hari, Nabi Muhammad melakukan i’tikaf di Gua Hira. Sayyidah Khadijah dengan sigap mempersiapkan perbekalan yang akan Nabi bawa selama i’tikaf nanti. Berangkatlah Nabi ke Gua Hira dengan membawa beberapa perbekalan yang telah Sayyidah Khadijah siapkan.


Tiba-tiba Rasulullah pulang dengan keadaan ketakutan dan panik. Sayyidah Khadijah juga yang menyambutnya setelah Rasulullah kembali. “Selimutkanlah aku, selimutkanlah aku,” ucap Rasulullah ketika itu.


Sayyidah Khadijah pun panik, tapi beliau tetap bisa mengontrol kepanikannya sehingga tetap terlihat tenang dan menenangkan. Sayyidah Khadijah terus memberikan kata-kata yang dapat menenangkan Nabi ketika itu, sehingga rasa taku dan panik yang Rasulullah SAW rasakan hilang begitu saja.

Sayyidah Khadijah mengatakan kepada Rasulullah, “Demi Allah, Allah tidak akan pernah mempermalukanmu Rasul. Sesungguhnya engkau selalu menjalin silaturrahim, menolong orang yang lemah, memberi bantuan terhadap orang yang membutuhkan, melayani tamu dengan baik, dan selalu membela kebenaran.” (HR. Bukhari)

Tidak berhenti sampai di situ, mendengar cerita yang telah Rasulullah sampaikan, Khadijah mengajak Rasulullah kepada pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal. Khadijah menyampaikan kabar bahagia tersebut kepada pamannya, bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi seluruh umat.


Tugas seorang istri memang selalu mendampingi suami di manapun dan kapan pun. Begitu juga Sayyidah Khadijah dengan Rasulullah SAW. Walaupun kehidupan Rasulullah SAW tak pernah lepas dari kesulitan dan cobaan, Sayyidah Khadijah tidak pernah meninggalkan Rasulullah SAW. Ia selalu mendampingi dan menemani Rasulullah SAW dalam segala kondisi.


Tak hanya itu, begitupun juga sebaliknya, kesetiaan dan keromantisan Rasulullah terhadap Khadijah selalu menjadi sorotan umat muslim selama beliau hidup berdampingan.


Tidak hanya sampai di situ, perbedaan usia dan materi antara Rasulullah dan Sayyidah Khadijah bukanlah menjadi halangan bagi keduanya untuk menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia serta penuh dengan rahmat Allah SWT.


Sayyidah Khadijah, istri Rasulullah yang sholehah dan sangat setia kepada suaminya. Khadijah tidak merasa keberatan menginfakkan semua hartanya yang melimpah ruah untuk membantu nabi dalam kepentingan dakwahnya. Bahkan, hartanya sampai habis tak tersisa demi perjuangan sang suami mendakwahkan agama Islam. Sayyidah Khadijah tidak pernah sekalipun menghalangi Nabi Muhammad dalam berdakwah, bahkan ia selalu mendukungnya dalam segala kondisi.


Ada kejadian yang mengharukan. Di saat Nabi Muhammad diperintah menyebarkan dakwah secara terang-terangan, Khadijah menyuruhnya untuk beristirahat sejenak. Lantas Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Khadijah, waktu tidur dan istirahat telah habis.” Dengan hanya mengucapkan demikian, Khadijah sadar bahwa hari-hari ke depannya waktu suaminya akan diprioritaskan untuk kepentingan akhirat saja.


Khadijah adalah segala-galanya bagi Rasulullah. Pada saat semua orang mendustakan Nabi, hanya Khadijah lah yang membenarkannya. Saat semua orang mengkufuri Nabi, hanya Khadijah lah yang mengimaninya. Saat semua orang menganiaya Nabi, hanya Khadijah lah yang melindunginya. Bahkan Khadijah lah orang pertama kali baik dari golongan laki-laki dan perempuan yang mempercayai dakwahnya. Khadijah pula orang yang pertama kali berwudhu dan shalat. Hal tersebut dikisahkan juga dalam kitab Bukhari dan Muslim.


Rumah tangga yang dibangun bersama Khadijah adalah rumah tangga yang dipenuhi dengan perjuangan dan pengorbanan. Dinamika dakwah benar-benar hidup di dalamnya.

Sampai suatu hari, Rasulullah mengenang sosok Khadijah di depan para sahabat, beliau pun mengatakan dengan ungkapan yang sangat romantis, “Sesungguhnya cintaku kepada Khadijah adalah anugerah.”

Dengan maraknya lagu Aisyah di zaman sekarang, mayoritas mereka berpendapat, bahwa Aisyah adalah yang paling dicintai oleh Rasulullah, tetapi pada kenyataannya, Sayyidah Khadijah lah yang menjadi segalanya bagi Rasulullah SAW


Dari cerita di atas bisa kita tarik kesimpulan untuk kita coba menjawab statement penceramah yang "viral" tersebut. Tapi mohon maaf apabila kajian saya masih kurang mendalam masalah hadits, sehingga pembaca bisa meluruskan jika ada kesalahan dalam kesimpulan saya


1. Siti Khadijah merupakan istri yang sempurna

Siti Khadijah adalah seorang wanita yang paling hebat dalam support dakwah rasulullah. Diceritakan dalam hadits shahih kalau beliau seorang pedagang yang rela memberikan harta dan tenaganya untuk Nabi dalam memperjuangkan islam bahkan beliau juga wanita pertama yang memeluk agama islam saat nabi masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi.


2. Siti Khadijah merupakan support system Nabi

Dalam cerita di atas dikatakan bahwa pertama Nabi menerima wahyu dan bertemu dengan malaikat Jibril, nabi sampai ketakutan hingga bersembunyi di bawah selimut. Siti Khadijahlah yang menenangkan dan membawa beliau ke sdr Beliau (Paman) seorang pendeta hanif. sehingga disimpulkan bahwa Nabi Muhammad adalah merupakan nabi terakhir yang sudah di wasiatkan nabi-nabi terdahulu dan juga tercantum di kitab-kitab mereka


3. Pandangan Nabi terhadap Siti Khadijah

Dalam cerita di atas juga nabi terlihat sangat sayang dan sangat menghormati istrinya tersebut. Bahkan seringkali beliau memuji istrinya karena rasa sayang beliau. salah satu pujiannya yang termaktum dalam hadits shahih adalah ""Demi Allah, Allah tidak memberiku wanita pengganti yang lebih baik daripadanya: Dia (Khadijah) beriman kepadaku tatkala orang-orang mengingkariku. Dia (Khadijah) memercayaiku ketika orang-orang mendustakanku. Dia (Khadijah) membantuku dengan hartanya saat orang-orang tidak mau membantuku. Dialah (Khadijah) ibu dari anak-anak yang Allah anugerahkan kepadaku, tidak dari istri-istri yang lain".


dari 3 poin tersebut saya yang fakir ilmu ini ingin menyimpulkan, bahwasanya 1.mengapa Nabi tidak menikah lagi ketika Siti Khadijah masih hidup? apakah beliau tidak ingin dimadu? ternyata karena memang seorang Siti Khadijah merupakan seorang sosok wanita yang tidak bisa dibandingkan dengan istri-istri beliau yang lainnya selain parasnya yang cantik, keturunan terpadang dan kaya raya, beliau merupakan sosok wanita hebat dibelakang rasulullah dalam memperjuangkan agama islam di masa awal-awal kenabian sedangkan tantangan rasullah sangat berat waktu itu. 2. apakah Siti Khadijah beragama nasrani? saya rasa ini bisa terpatahkan dengan hadist-hadist shahih yang menjelaskan kalau Siti Khadijah sudah dijanjikan surga oleh Allah dan itu keluar dari mulut Nabi langsung, kalau bukan islam tentu tidak akan masuk surga bukan?


Wallahu a'lam

 
 
 

Comments


The Science & 

Mathematics University

© 2020 by Gilang Rizki Al Farizi

  • Grey Instagram Icon
  • Facebook Clean Grey
  • Twitter Clean Grey
  • LinkedIn Clean Grey
bottom of page